Desa Teja

Kecamatan Rajagaluh
Kabupaten Majalengka - Jawa Barat

Artikel

Sejarah Desa Teja: Dari Cahaya Pembukaan Hutan hingga Kepemimpinan Para Kuwu

Administrator

26 17-0 03:19:54

8 Kali Dibaca

Desa Teja merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Nama “Teja” sendiri memiliki arti cahaya atau sinar. Penamaan tersebut tidak lepas dari sejarah awal terbentuknya wilayah ini, yang konon berasal dari cahaya api akibat pembakaran hutan yang dilakukan oleh tokoh leluhur, Buyut Jante.

Dari peristiwa pembukaan hutan tersebut, wilayah bekas pembakaran kemudian dijadikan sebagai tempat bermukim oleh masyarakat. Seiring berjalannya waktu, muncul generasi penerus, salah satunya Buyut Jimbu, yang dikenal memiliki sifat santun, adil, dan bijaksana.

Berkat kepribadiannya yang dihormati, Buyut Jimbu dipercaya oleh masyarakat untuk menjadi pemimpin. Ia kemudian diangkat sebagai Lurah atau Kuwu pertama di Kampung Teja dan memimpin selama kurang lebih 30 tahun, sejak 1780 hingga 1810 Masehi, sampai akhir hayatnya. Meski telah wafat, sosoknya tetap dikenang sebagai suri teladan bagi masyarakat Desa Teja.

Sepeninggal Buyut Jimbu, roda pemerintahan Desa Teja sempat mengalami kekosongan kepemimpinan selama sekitar 50 tahun. Hal ini terjadi karena tidak adanya warga yang bersedia menjadi pemimpin, mengingat besarnya tanggung jawab serta kekhawatiran tidak mampu meneladani kepemimpinan beliau yang arif dan bijaksana.

Menurut riwayat yang berkembang, kepemimpinan Desa Teja pada masa itu diyakini harus berasal dari garis keturunan leluhur yang memiliki keterkaitan dengan wilayah Indrakila Pajajaran. Atas dasar keyakinan tersebut, masyarakat akhirnya sepakat untuk mengikuti ketentuan tersebut.

Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh Buyut Singa, yang menjadi Kuwu kedua Desa Teja. Ia memimpin selama 28 tahun, dari 1862 hingga 1890.

Selanjutnya, kepemimpinan Desa Teja diteruskan oleh para Kuwu berikut:

  1. Bapak Suminta (1891–1912) – menjabat selama 21 tahun.
  2. Bapak Rastani (1913–1939) – menjabat selama 26 tahun.
  3. Bapak Saptani (1940–1946) – menjabat selama 6 tahun.
  4. Bapak Wira Laksana (1947–1955) – menjabat selama 8 tahun.
  5. Bapak Satria Wardana (1956–1958) – menjabat selama 2 tahun.
  6. Bapak Wira Laksana (1959–1971) – kembali menjabat selama 12 tahun.
  7. Bapak Sidik (1972–1984) – menjabat selama 12 tahun.
  8. Bapak Oma (1985–1989) – menjabat selama 4 tahun.
  9. Bapak Didin Muhidin (1990–2000) – menjabat selama 10 tahun.
  10. Bapak Yadi Setiadi (2001–2011) – menjabat selama 10 tahun.
  11. Ibu Wiwi Widiawati (2012–2017) – menjabat selama 5 tahun.

Sejarah panjang kepemimpinan di Desa Teja menunjukkan bagaimana nilai-nilai kearifan, keteladanan, dan kehati-hatian dalam memilih pemimpin telah menjadi bagian penting dalam perjalanan desa ini. Dari cahaya awal pembukaan hutan hingga estafet kepemimpinan yang terus berlanjut, Desa Teja tumbuh sebagai wilayah yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Teja

Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, 32

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-6.826028325432995
Longitude:108.34867946141

Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka - Jawa Barat

Buka Peta

Wilayah Desa